Analisis terhadap harga saham memegang peranan penting sebelum malakukan investasi.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh signifikan EPS, ROA, tingkat bunga deposito secara bersama-sama dan secara individu terhadap harga saham pada perusahaan yang tercantum dalam indeks LQ 45 di
Teknik analisis ini digunakan untuk mendapatkan ramalan harga saham dengan menggunakan variabel EPS, ROA, Tingkat bunga deposito. Uji F dan uji t digunakan untuk menguji hipotesis dengan tingkat signifikansi 5%.
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini ada 2, yaitu hipotesis pertama adalah diduga terdapat pengaruh signifikan dari beberapa variabel bebas yang terdiri dari EPS, ROA, deposito secara bersama-sama terhadap harga saham. Hipotesis kedua adalah diduga terdapat pengaruh signifikan dari beberapa variable bebas secara individual terhadap harga saham.
Dari pengaruh koefisien regresi secara bersama-sama diperoleh kesimpulan bahwa semua variabel bebas tersebut berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Dan dari pengujian koefisien regresi secara individu menunjukkan bahwa hanya EPS saja yang berpengaruh signifikan terhadap harga saham, sedang variabel yang lain tidak.
Dari hasil analisis regresi penelitian tersebut, dapat diketahui bahwa EPS, ROA, deposito mempunyai pengaruh dalam menjelaskan variasi harga saham sebesar 47,9% sedangkan sisanya 52,1% dijelaskan faktor non EPS, ROA, deposito, yang tidak dimasukkan ke dalam persamaan regresi.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Melihat perkembangan pasar modal yang dikaitkan dengan pengaruh global, krisis moneter dan krisis ekonomi yang sempat melanda pada pertengahan 1997, telah memberikan tantangan yang sangat berat bagi perusahaan-perusahaan go public. Meskipun pada tahun 1999 krisis ekonomi dan krisis moneter telah berangsur-angsur pulih, tetapi perkembangan pasar modal belumlah semaksimal mungkin seperti sebelumnya. Kebijakan moneter yang ditetapkan akibat krisis moneter dan prospek perusahaan yang semakin tidak jelas (uncertainly), secara langsung mempengaruhi perilaku pemodal dengan kinerja emiten. Setiap harinya harga saham di pasar sekunder selalu bergerak, terkecuali saham-saham yang telah dikategorikan tidur ataupun tidak ada yang menginginkan saham tersebut. Perubahan ini disebabkan banyaknya perputaran saham atau frekuensi yang match (done) pada pasar sekunder. Saat permintaan pada suatu saham tinggi dan penawaran relatif tetap ataupun hanya bertambah sedikit, maka harga saham akan bergerak naik. Begitu pula sebaliknya, jika permintaan rendah maka harga saham akan bergerak turun. Tetapi kejadiannya tidak selalu berlangsung demikian, masih banyak faktor lain yang mempengaruhi harga saham tersebut. Peningkatan jumlah dan frekuensi perdagangan juga merupakan indikasi akan terjadinya pergerakan saham, baik itu naik atau turun (pola trading harian).
Naiknya suku bunga berjangka akibat kebijakan moneter menyebabkan para pemodal mencari alternatif lain yang lebih menguntungkan, sehingga memberikan batas yang semakin sempit bagi peningkatan penanaman modal dalam saham-saham perusahaan yang dijual bursa efek. Persoalan yang timbul adalah sejauh mana perusahaan mampu mempengaruhi harga saham di pasar modal, dan faktor atau variabel apa saja yang dapat dijadikan indicator sehingga memungkinkan perusahaan untuk mengendalikan sehingga tujuan perusahaan untuk meningkatkan nilai perusahaan melalui peningkatan nilai saham yang diperdagangkan di pasar modal dapat tercapai. Pemain saham atau investor perlu memiliki sejumlah informasi yang berkaitan dengan dinamika harga saham agar dapat mengambil keputusan tentang saham perusahaan yang layak dipilih. Untuk itu perlu adanya informasi yang sahih tentang kinerja keuangan perusahaan, manajemen perusahaan, kondisis ekonomi makro, dan informasi relevan lainnya untuk menilai saham secara akurat. Studi Utami dan Suharmadi (1998) menunjukkan bahwa factor fundamental perusahaan memegang peranan penting dalam proses pengambilan keputusan. Penilain saham secara akurat dapat meminimalkan resiko sekaligus membantu investor mendapatkan keuntungan wajar, mengingat investasi saham di pasar modal merupakan jenis investasi yang cukup beresiko tinggi meskipun menjanjikan keuntungan yang relatif besar.
Saham perusahaan go public sebagai komoditi investasi tergolong beresiko tinggi, karena sifat komoditinya sangat peka terhadap perubahanperubahan yang terjadi, baik perubahan di dalam negeri maupun da luar negeri, perubahan di bidang politik, ekonomi, moneter, undang-undang atau peraturan maupun perubahan yang terjadi di dalam perusahaan itu sendiri (kepemimpinan, manajemen personalia, proses produksi, pendistribusian, dan sebagainya). Perubahan-perubahan tersebut dapat berdampak positif dan negatif.
Investasi di pasar modal sekurang-kurangnya perlu memperhatikan dua hal, yaitu keuntungan yang diharapkan dan resiko yang mungkin terjadi. Ini berarti investasi dalam bentuk saham menjanjikan keuntungan sekaligus resiko. Kelaziman yang sering dijumpai adalah bahwa semakin besar return yang diharapkan (expected), semakin besar peluang resiko yang terjadi. Botten dan Weigand (1998) mengatakan bahwa ekspektasi untuk memperoleh pendapatan yang lebih besar di masa mendatang berpengaruh positif terhadap harga saham. Studi dari Purnomo (1998) dan Topkis (1998) mengatakan bahwa earning per share berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham.
Pemilikan saham yang baik akan dilihat seiring berjalannya waktu dengan perbandingan pendapatan perusahaan (earning). Investor saham mempunyai kepeningan terhadap informasi antara lain tentang EPS, ROA, tingkat bunga deposito dalam melakukan penentuan harga saham. Silalahi (1991) mengatakan bahwa ROA mempunyai pengaruh yang dominan terhadap harga saham. Dalam setiap perusahaan harus dapat mengelola aktivanya secara efektif agar aktiva yang dimilikinya tersebut dapat menghasilkan hasil yang optimal. Sedangkan EPS, menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan lebih bersih per lembar saham yang merupakan indikator fundamental. Keuntungan perusahaan yang sering kali dipakai sebagai acuan untuk mengambil keputusan investasi dalam saham. Dan untuk fluktuasi tingkat bunga akan mempengaruhi keputusan investasi dalam saham apakah dalam bentuk deposito atau tabungan.
Indeks LQ 45 sebagai salah satu indikator indeks saham di BEJ, dapat dijadikan acuan sebagai bahan untuk menilai kinerja perdagangan saham. Indeks ini hanya terdiri dri 45 saham yang telah terpilih setelah melalui beberapa kriteria pemilihan sehingga akan terdiri dari saham-saham dengan likuiditas tinggi.
Oleh karena itu, perlu untuk mengkaji pengaruh EPS, ROA, tingkat bunga deposito terhadap harga saham, mengingat pasar modal semakin menuju kearah yang efisien sehingga semua informasi yang relevan dapat dijadikan sebagai masukan untuk menilai harga saham. Berdasarkan halhal diatas, peneliti tertarik untuk mengambil judul “Analisis Pengaruh Earning Per Share, Return On Asset, Dan Tingkat Bunga Deposito Terhadap Harga saham Pada Perusahaan Yang Tercantum Dalam Indeks LQ 45 Di Bursa Efek Jakarta”.
B. Perumusan Masalah
Berdasar latar belakang yang sudah dikemukakan diatas, maka dapat dirumuskan hal-hal pokok yang menjadi permasalahan dalam penulisan skripsi ini. Hal-hal tersebut antara lain :
1. Apakah EPS, ROA, tingkat bunga deposito secara bersama-sama (simultan) mempunyai pengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan yang tercantum dalam Indeks LQ 45 di BEJ tahun 2001-2003?
2. Apakah EPS, ROA, tinkat bunga deposito secara individu mempunyai pengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan yang tercantum dalam Indeks LQ 45 di BEJ tahun 2001-2003?
C. Tujuan Penelitian
Suatu penelitian yang baik harus mempunyai tujuan tertentu sehingga peneliti mempunyai arah dan metode yang jelas. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :
1. Untuk menganalisis pengaruh signifikasi EPS, ROA, tingkat bunga deposito secara bersama-sama terhadap harga saham pada perusahaan yang tercantum dalam Indeks LQ 45 di BEJ tahun 2001-2003.
2. Untuk menganalisis pengaruh signifikasi EPS, ROA, tingkat bunga deposito secara individual terhadap harga saham pada perusahaan yang tercantum dalam Indeks LQ 45 di BEJ tahun 2001-2003.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan penulis dari penelitian ini adalah :
1. Sebagai informasi bagi investor pasar modal untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi yang optimal.
2. Menambah perbendaharaan riset di akademisi di bidang manajemen keuangan khususnya manajemen investasi di pasar modal.
E. Sistematika Penulisan
Untuk dapat memberikan gambaran mengenai isi dari skripsi ini, maka peneliti akan uraikan secara singkat sistematika dari bab-bab yang ada, yaitu :
BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab pendahuluan ini menguraikan tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, serta sistematika penulisan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Berisi teori-teori yang melandasi penelitian. Bagian ini memuat tentang pasar modal, investasi pada saham, earning per share (EPS), rasio profitabilitas, tingkat bunga deposito, harga saham, indeks harga saham pada Bursa Efek Jakarta, dan hasil penelitian terdahulu.
7
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
Bab ini memuat uraian mengenai ruang lingkup penelitian, populasi dan teknik pengambilan sampel, variabel penelitian, data dan sumber data, teknik pengumpulan data, hipotesis, definisi dan operasional variabel, metode analisis data dan kerangka pemikiran.
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
Dalam bab ini akan diuraikan mengenai mengenai hasil pengumpulan data, dan hasil analisis data.
BAB V PENUTUP
Bab penutup ini berisi kesimpulan-kesimpulan dari hasil penelitian, keterbatasan penelitian serta saran.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh EPS, ROA dan
tingkat bunga deposito secara individu dan secara bersama-sama terhadap
harga saham. Dari hasil analisis data terhadap 75 emiten yang tercantum dalam
indeks LQ 45 selama tiga tahun (2001 – 2003), dapat disimpulkan sebagai
berikut :
1. Pengujian koefisien parsial (uji t) menunjukkan bahwa hanya EPS saja yang signifikan terhadap harga saham. Sedangkan variable ROA dan tingkat bunga deposito tidak signifikan terhadap harga saham.
2. Pengujian regresi serentak (uji F) menunjukkan bahwa variable EPS, ROA dan tingkat bunga deposito secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham. Hal ini ditunjukkan dari F hitung sebesar 23,694 dengan signifikansi F sebesar 0,000 yang lebih kecil dari α (0,05).
3. Pengujian koefisien determinasi (Adjusted R-Square) menunjukkan nilai sebesar 0,479. hal ini berarti bahwa variabel bebas (EPS, ROA, deposito) dapat menjelaskan pengaruhnya terhadap harga saham sebesar 47,9%. Hal ini mengidentifikasikan bahwa masih ada faktor-faktor selain variabel bebas tersebut yang mempengaruhi harga saham sebesar 52,1%.
B. Keterbatasan Penelitian
Dalam menentukan kebijakan dividen akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah faktor earning per share. Jika Earning per share perusahaan terus menerus menurun maka akan mempengaruhi perubahan dividen yang diterima oleh investor.
Penelitian ini masih terdapat keterbatasan-keterbatasan yang dapat mempengaruhi hasil penelitian. Oleh karena itu penelitian selanjutnya perlu memperhatikan keterbatasan yang ada, antara lain :
1. Penelitian ini hanya mengambil sampel 25perusahaan (sehingga jumlah observasi sebanyak 75) yang dipilih secara purposive sampling dengan periode pengamatan yang pendek yaitu selama tiga tahun, sehingga akan berakibat pada hasil penelitian dan tidak dapat digunakan sebagai dasar generalisasi pada seluruh perusahaan.
2. Penelitian ini hanya menekankan pada variabel EPS,ROA, suku bunga deposito dan mengasumsikan faktor lain adalah konstan. Karena berdasarkan hasil analisa dalam penelitian ini, nilai Adjusted R-Square (0,479) dirasa masih kecil, sehingga secara signifikan variabel independent hanya mempunyai pengaruh yang kecil terhadap harga saham. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat faktor lain yang mempengaruhi harga saham.
C. Saran
Dari hasil kesimpulan dan keterbatasan dalam penelitian ini maka saran yang dapat diberikan oleh peneliti adalah sebagai berikut :
1. Penelitian selanjutnya diharapkan untuk memperbesar sampel dengan menggunakan metode polling data secara menyeluruh pada perusahaan yang terdaftar di BEJ dan memperpanjang periode pengamatan sehingga bisa diperoleh hasil yang lebih baik.
2. Penelitian selanjutnya diharapkan menambah atau menguji variabel lain yang memiliki kemungkinan berpengaruh terhadap harga saham seperti deviden per lembar saham,laba ditahan, dividen payout rasio, serta resiko perusahaan yang diproksikan dengan beta.
3. Bagi investor yang akan melakukan investasi sebaiknya lebih memperhatikan pada masalah kebijakan dividen yang diterapkan oleh perusahaan, terutama pada potensi perusahaan yang dilihat pada tingkat pertumbuhan earningnya.
4.
Rate this post
|
|




