Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh publikasi laporan keuangan terhadap abnormal return saham perusahaan manufaktur di BEJ pada tahun 2003. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ pada tahun 2003. Jumlah sampel sebanyak 45 perusahaan, yang diperoleh setelah dipilih menurut kriteria-kriteria yang telah ditentukan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada perbedaan rata-rata abnormal return saham yang signifikan antara sebelum dan sesudah publikasi laporan keuangan. Hal itu ditunjukkan dengan nilai probabilitas sebesar 0,049 dan nilai t hitung sebesar 2,781. Nilai t tabel untuk α = 5% adalah 7,776. Dari hasil tersebut nilai t hitung > t tabel, dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan rata-rata yang signifikan antara abnormal return saham sebelum dan sesudah publikasi laporan keuangan perusahaan manufaktur pada tahun 2003.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Di zaman modern seperti sekarang ini, tidaklah bijaksana jika seseorang membiarkan hartanya begitu saja tanpa mengalami perkembangan. Pasar modal dapat dijadikan salah satu pilihan untuk mengembangkan dan mengalokasikan dana secara efisien dari pihak yang memiliki dana lebih kepada pihak yang memerlukan dana. Dalam mengalokasikan dana di pasar modal, seorang investor haruslah mampu menganalisis sahamnya dimasa yang akan datang dan mampu melakukan perencanaan investasi yang efektif.
Kemampuan menganalisis saham, dapat ditunjukkan dengan memperkirakan kapan saham itu harus dibeli dan kapan harus dijual. Sedangkan dalam perencanaan investasi yang efektif dapat dimulai dari adanya perhatian terhadap optimalisasi keseimbangan antara tingkat resiko yang ditanggung dengan jumlah return yang diharapkan. Dalam hal ini, para investor memerlukan berbagai informasi yang dapat dijadikan sebagai sinyal untuk menilai prospek perusahaan yang membutuhkan dana. Salah satu informasi yang diperlukan adalah laporan keuangan yang dikeluarkan oleh perusahaan yang bersangkutan. Pentingnya laporan keuangan bagi investor, terutama yang mengutamakan dividen dapat disimak dalam uraian FASB (AICPA. 1978) sebagai berikut (Alim, 2000: 106) :
“Financial reporting should provide information to help present and potential investors and creditors and other user in asessing the amounts, timing, and uncertainty of prospective cash receipts from devidens or interest and the proceed from the sale, redemption, or maturity of security or loans” Menurut FASB laporan keuangan menyediakan informasi yang dapat membantu investor dan kreditur yang ada dan potensial serta pemakai lainnya dalam memperkirakan jumlah, saat dan ketidakpastian dari penerimaan kas dimasa datang baik berasal dari dividen, bunga, atau hasil dari penjualan, penebusan atau jatuh tempo dari surat berharga atau pinjaman. Dari laporan keuangan, investor dapat mengetahui kondisi keuangan perusahaan dan menilai perkembangan perusahaan. Selain itu, laporan keuangan tersebut dapat digunakan investor untuk mengevaluasi sejauh mana perusahaan menghasilkan laba. Keberhasilan suatu perusahaan dapat dilihat dari nilai perusahaannya. Pada perusahaan yang go-public, nilai perusahaan dapat dilihat dari harga sahamnya. Harga saham mencerminkan nilai perusahaan bila pasar modal dalam keadaan efisien. Pasar modal yang efisien menjadikan harga saham cenderung wajar dan benar-benar tidak mencerminkan nilai overvalue atau undervalue. Berdasarkan informasi tersebut, investor dapat mengambil keputusan untuk menanamkan modalnya atau tidak dalam saham perusahaan yang bersangkutan. Untuk memenuhi kebutuhan informasi para investor di atas, maka manajemen perusahaan yang mendaftarkan sahamnya di pasar modal berkewajiban untuk menerbitkan laporan keuangan minimal setiap setahun sekali. Selain untuk memenuhi kebutuhan investor, laporan keuangan tersebut juga digunakan sebagai sarana pertanggungjawaban pihak manajemen kepada pemilik perusahaan. Agar dapat dipahami oleh pengguna, laporan keuangan harus diberi pengungkapan secara memadai yang bisa ditempuh melalui penerapan regulasi informasi yang baik. Untuk menyelenggarakan regulasi informasi, terutama bagi para pelaku pasar modal, pemerintah telah menunjuk Bapepam dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Peraturan mengenai dokumen perusahaan yang harus diserahkan kepada Bapepam diatur dalam Keputusan Ketua Bapepam No. Kep 40/PM/1997 dan dokumen yang terbuka untuk umum diatur dalam Keputusan Ketua Bapepam No. Kep 39/PM/1997. Selain itu, Peraturan Bapepam No. SE 24/PM/1987 juga mensyaratkan bahwa penyusunan laporan keuangan harus sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh IAI. Peraturan ini memberikan otoritas kepada IAI untuk memberlakukan regulasi mengenai informasi perusahaan publik di melalui Standar Akuntansi Keuangan. Peraturan mengenai pos-pos laporan keuangan minimum yang harus diungkap dalam laporan keuangan diatur secara rinci dalam Standar Akuntansi Keuangan. Bapepam melalui Surat Keputusan Bapepam No. 06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan juga mensyaratkan elemenelemen yang seharusnya diungkap dalam laporan keuangan (Nugraheni, dkk, 2002:76). Kelengkapan pengungkapan perusahaan dipengaruhi oleh faktor-faktor social, misalnya tekanan masyarakat (social pressure) yang muncul sebagai akibat dari peningkatan kesadaran masyarakat, kebutuhan akses perusahaan terhadap modal (Frankel et al. 1993, Choiet al. 1999, Na’im 1999), dan perkembangan regulasi informasi yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang (Na’im, 2000 : 72).
Melalui publikasi laporan keuangan, maka perusahaan publik dapat menginformasikan tentang posisi keuangan, kinerja dan laporan arus kas yang dapat bermanfaat bagi para pemakainya, khususnya investor. Investor akan menggunakan laporan keuangan tadi dalam mengambil keputusan-keputusan ekonomi yang rasional ataupun pengefisienan alokasi sumber daya investasi yang telah atau akan mereka lakukan. Keputusan–keputusan inilah yang nantinya akan membentuk harga sebuah saham.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penelitian ini diberi judul “Analisis Perbedaan Abnormal Return Sebelum Dan Sesudah Publikasi Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur Di BEJ Tahun 2003 ”.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah ada perbedaan antara abnormal return saham sebelum dan sesudah publikasi laporan keuangan perusahaan manufaktur di Bursa Efek Jakarta Tahun 2003 ?”.
C. Pembatasan Masalah
Dalam penelitian ini, dibatasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta Tahun 2003, yaitu penelitian dilakukan dengan melakukan pengamatan terhadap perubahan harga saham sebelum dan sesudah dilakukannya publikasi laporan keuangan.
D. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan abnormal return sesudah dan sebelum publikasi laporan keuangan .
E. Manfaat Penelitian
Penelitian ini mempunyai manfaat:
1. Bagi investor, dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan investasi.
2. Bagi ilmuwan manajemen, dapat digunakan sebagai tambahan referensi agar dapat melakukan penelitian yang jauh lebih baik.
F. Sistematika Penulisan
BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
Pada bab ini memuat tentang teori yang relevan dengan penelitian yang dilakukan, yaitu tentang pasar modal, laporan keuangan dan event study. Selain itu juga memuat review penelitian terdahulu dan hipotesis penelitian.
BAB III : METODE PENELITIAN
Dalam bab ini terdiri dari populasi dan sampel, data dan sumber data, metode pengumpulan data, variabel-variabel penelitian, dan teknik analisis data.
BAB IV : Analisis dan Pembahasan
Bab ini berisi tentang gambaran umum pasar modal , pengumpulan data, dan analisis data dan pembahasan.
BAB V : PENUTUP
Berisi kesimpulan, keterbatasan, dan saran
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memberikan bukti empiris atas pengaruh publikasi laporan keuangan terhadap abnormal return saham perusahaan manufaktur tahun 2003. Dari pengujian hipotesis pada sub bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan pengujian tersebut menunjukkan bahwa H0 ditolak. Ini berarti ada perbedaan rata-rata abnormal return saham yang signifikan antara sebelum dan sesudah publikasi laporan keuangan perusahaan manufaktur di BEJ pada tahun 2003. Hal ini ditunjukkan dengan nilai t hitung > t tabel. Nilai t hitung sebesar 2,781, sedangkan nilai t tabel sebesar 2,7764.
B. Keterbatasan
Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, diantaranya adalah :
1. Penelitian ini hanya menggunakan periode jendela 5 hari. Pada hal semakin lama periode jendela, hasilnya akan lebih baik.
2. Penelitian ini hanya menggunakan market adjusted model dalam menentukan expected return. Pada hal akan lebih baik jika dalam penelitian ini juga menggunakan mean adjusted model dan market model.
3. Penelitian ini menganggap bahwa hal-hal lain tidak berpengaruh terhadap abnormal return saham.
C. Saran
Melihat keterbatasan-keterbatasan dalam penelitian ini, maka agar peneliti berikutnya lebih baik penulis menyarankan hal-hal berikut ini :
1. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mempergunakan periode jendela yang lebih lama.
2. Peneliti selanjutnya disarankan dalam menentukan expected return, peneliti menggunakan ketiga model yang ada agar memperoleh hasil yang lebih baik.
3. Peneliti selanjutnya disarankan untuk memperhatikan hal-hal lain yang dapat mempengaruhi abnormal return saham, sehingga pengaruh dari suatu peristiwa diketahui.
Rate this post
|
|




