PENDAHULUAN
A. Latar Belakang MasalahSumber dana yang berasal dari laba yang ditahan dalam perusahaan merupakan sumber pembiayaan yang sangat penting untuk membiayai investasi dan jumlahnya dipengaruhi oleh dividen tunai yang dibagikan kepada pemilik saham perusahaan. Dalam sebuah perusahaan terdapat tiga bidang keputusan dalam fungsi pembelanjaan, yaitu keputusan mengenai pemenuhan kebutuhan dana, keputusan mengenai investasi dan keputusan mengenai dividen. Oleh karena rasio pembayaran dividen, yaitu persentase laba yang dibayar kepada para pemegang saham dalam bentuk kas akan mengurangi laba yang ditahan perusahaan, maka keputusan dividen jelas melibatkan keputusan pembiayaan. Rasio pembayaran dividen merupakan aspek utama dari kebijakan dividen perusahaan, yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan bagi para pemegang sahamnya (Horne, 1998 : 497).
Keputusan dividen adalah keputusan yang penting bagi perusahaan karena kebijakan dividen merupakan kebijakan penggunaan laba yang diperoleh perusahaan bisa ditahan sebagai laba ditahan (Retained Earning) sehingga dapat digunakan sebagai sumber dana dari dalam perusahaan (Internal Financing) bagi investasi perusahaan dan laba yang diperoleh perusahaan dapat dibagikan sebagai dividen kepada para pemegang saham.
Kebijakan dividen menyangkut tentang masalah penggunaan laba yang menjadi hak para pemegang saham, yang mana pada dasarnya laba tersebut bias dibagikan sebagai dividen atau ditahan untuk diinvestasikan. Pendapat lainnya mengatakan bahwa, kebijakan dividen menentukan penempatan laba, yaitu antara membayar kepada para pemegang saham dan menginvestasikannya dalam perusahaan, dengan kata lain dividen merupakan arus kas yng disisihkan untuk pemegang saham (Weston, 1992 : 97).
Apabila persentase dividen yang dibayarkan makin tinggi, berarti akan makin sedikit laba yang dapat ditahan dan sebagai akibatnya dapat menghambat tingkat pertumbuhan (rate of growth) dalam pendapatan dan harga sahamnya, selain itu juga akan berakibat terhadap kemampuan perusahaan menjaga kelangsungan hidupnya. Sebaliknya, bila perusahaan ingin menahan sebagian dari pendapatannya tetap didalam perusahaan, berarti bahwa bagian dari pendapatan yang tersedia untuk pembayaran dividen adalah makin kecil. Persentase dari pendapatan yang akan dibayarkan kepada para pemegang saham sebagai dividen tunai disebut dividen payout ratio, yang diperoleh dengan membagi dividen per lembar saham dengan laba per lembar saham. Dapat dikatakan bahwa semakin tinggi dividen payout ratio yang ditetapkan suatu perusahaan, maka semakin kecil dana yang tersedia untuk ditanamkan kembali dalam perusahaan. Oleh karena itu, salah satu fungsi manajer keuangan adalah menetapkan alokasi dan keuntungan bersih sesudah pajak atau pendapatan untuk pembayaran dividen disatu pihak dan laba ditahan dilain pihak, dimana keputusan tersebut mempunyai pengaruh yang menentukan terhadap nilai perusahaan (the value of firm), (Eduardus Tandelilin, 2001 : 231).
Di sini ada dua kebijakan dividen, yaitu: kebijakan dividen yang pertama adalah Residual decision of dividen. Dalam prakteknya kebijakan dividen ini sangat dipengaruhi oleh peluang investasi dan untuk ketersediaan dana guna membiayai investasi baru tersebut. Dengan adanya hal tersebut, mendorong dikembangkannya “Residual Devidend Policy”. Adapun yang menjadi dasar dari Residual adalah pembagian dividen yng berfluktuasi berdasarkan tingkat keuntungan yang diperoleh perusahaan. Kebijakan dividen yang kedua yaitu Aktive Decision of Dividen, menurut kebijakan ini, dividen menjadi keputusan yang aktif dimana pembayaran dividen dilakukan perusahaan secara stabil dengan menyesuaikan dividen payout tiap tahun apabila ada kenaikan dalam earning perusahaan sesuai dengan target payout rationya. Dalam penelitian ini untuk megetahui kebijakan dividen apa yang diambil oleh perusahaan apakah Residual decision of dividend atau Active decision of dividend, digunakan model persamaan linear dari (John Lintner, 1956 : 97). Keputusan kebijakan dividen yang dilakukan perusahaan digunakan persamaan sebagi berikut :
Dt = a + b!Eat + b2Dt-! + et
Sesuai dengan penelitian oleh (Rosita P. chany, 1990 : 21), dalam penelitian ini model yang digunakan oleh (John Lintner, 1956 : 97) untuk menjelaskan praktek pembayaran dividen akan digunakan dalam penelitian ini dengan ditambah variable GTA t+1, untuk menjelaskan investment opportunity yang dimiliki oleh perusahaan..Sehingga persamaan regesinya sebagai berikut:
Di,t = a + b1Ei.t + b2 Di (t-1) + b3 GTAi (t+1) + ei
Dimana : Ei,t di sini merupakan earning yang diperoleh perusahaan dan untuk mengukur earning, peneliti menggunakan ROA sebagai pendekatannya seperti penelitian yang dilakukan oleh (Rosita P. Chany, 1990 : 21). Di(t-1) merupakan dividen yield yang dibayarkan oleh perusahaan pada tahun yang lalu.
GTAt = 1 merupakan investasi opportunity yang dimiliki perusahaan. Untuk pendekatannya seperti yang dilakukan (Rosita P. Chany, 1990 : 21) penulis menggunakan pertumbuhan total asset perusahaan pada tahun t+1 sebagai investasi opportunitynya sehingga didapat persamaan sebagai berikut :
Di,t =a +b1ROAi,t + b2Di,(t-1) + b3GTA,(t+1) + ei
Dimana :
Di,t : dividen yield yang dibayar pada tahun ke t
ROAi,t : ROA perusahaan pada tahun t
Di,(t-1) : dividen yield yang dibagikan pada tahun sebelumnya
GTA : investasi opportunity pada tahun t+1
a : konstanta
ei : sebagai residual
Berdasarkan uraian diatas maka penulis ingin menguji kebijakan apakah yang umum digunakan oleh perusahaan yang listed diBursa Efek Jakarta Residual Decision of Dividend ataukah Aktive Decision of Dividend.
B. Perumusan Masalah
Seperti yang telah diuraikan di atas ada dua ketentuan tentang pembayaran dividen yaitu Residual Decision of Dividend dan Aktive Decision of Dividend. Sehingga penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut :
-
Apakah variable ROAi,t, Di(t-1) dan GTA(t+1) secara bersama-sama mempengaruhi dividen yield tahun sekarang ?
-
Apakah kebijakan dividen yang dianut oleh perusahaan yang listed di Bursa Efek Jakarta Active Decision of Dividend atau Residual Decision of Dividend ?
-
Faktor mana yang paling berpengaruh terhadap Dividend yield perusahaan i pada tahun t (Di,t).
C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan :
1. Ingin mengetahui apakah variable ROAi,t, Di(t-1) dan GTA(t+1) mempengaruhi bersama-sama terhadap dividen yield tahun sekarang.
2. Ingin mengetahii bagaimana perilaku secara umum dari kebijakan dividen dilakukan oleh perusahaan yang listed di Bursa Efek Jakarta, (Residual Decision of Dividend atau Active decision of Dividend)
3. Ingin mengetahui faktor mana yang paling berpengaruh terhadap dividen yield perusahaan i pada tahun t.
D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan bisa mempunyai kegunaan sebagai berikut :
-
Bagi Investor
Untuk investor di Bursa Efek Jakarta hasil penelitian ini diharapkan menjadi sumber referensi dalam mengambil keputusan untuk menanamkan modalnya di Bursa Efek Jakarta.
2. Bagi Peneliti
-
Hasil ini dapat digunakan sebagai alat dalam pengembangan pengetahuan dan wawasan khususnya dividen
-
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan perbandingan dimasa yang akan datang.
3. Bagi pengembangan akademisi
-
Sebagai referensi bagi ilmu pengetahuan khususnya manajemen keuangan
-
Sebagai penunjang pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi.
E. Sistematika Penulisan
Skripsi ini disusun dengan sistematika sebagai berikut :
Bab I PENDAHULUAN
Berisi latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan.
Bab II TINJAUAN PUSTAKA
Berisikan landasan teori, penelitian sebelumnya dan hipotesis.
Bab III METODE DAN TEKNIK PENELITIAN
Meliputi obyek penelitian, metode penelitian, metode pengumpulan data, langkah-langkah analisis data analisis hipotesis pertama, uji asumsi klasik dan analisis hipotesis kedua dan analisis hipotesis ketiga.
Bab IV ANALISIS DAN HASIL ANALISIS
Yang terdiri dari analisis data dan hasil analisis.
Bab V KESIMPULAN DAN SARAN
Yang berisi kesimpulan dan saran.
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan analisis data dan pembahasan dengan obyek penelitian sebanyak 25 perusahaan yang listed di Bursa Efek Jakarta dengan data selama 5 tahun yaitu 1999 - 2003 maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Hasil uji kebersamaan (uji F Hitung dan R square) untuk membuktikan Hipotesis Pertama.
-
Terlihat bahwa F hitung adalah 4.605 >F table (2.734) dengan probabilitas 0.05. Karena probabilitas dibawah 0.05 serta F hitung > F table maka model regresi bisa dipakai untuk memprediksi Di,t serta hal ini menunjukkan pengaruh variabel bebas secara keseluruhan sudah signifikan.
-
R square = 0.163, berarti 16,3 % bisa dijelaskan oleh ketiga variable independent, sedang sisanya 83,7 % dijelaskan variabel lain.
-
Dengan demikian hipotesis pertama terbukti yaitu ketiga variabel ROAi,t Di(t-1) dan GTA(t+1) secara bersama-sama mempengaruhi Di,t.
2. Hasil uji t Statistik untuk Membuktikan Hipotesis Kedua.
-
Variabel Di(t-1) mempunyai angka signifikan dibawah 0.05 dengan t hitung = 3.443 > t table = 1.9925. karena itu variabel Di(t-1) mempengaruhi Di,t.
-
Variabel ROAi,t dan GTAi(t+1) mempunyai angka signifikan diatas 0.05 dengan t hitung ROAi,t = 1.333 < t table = 1.9925 dan t hitung GTAi(t+1) = - 0.311 < t table = 1.9925. karena itu variabel ROAi,t dan GTAi(t+1) tidak mempengaruhi Di,t.
-
Dengan demikian hipotesis kedua terbukti yaitu perusahaan yang listed di Bursa Efek Jakarta menggunakan Active Decision of Dividend dimana dividen yield tahun yang lalu mempengaruhi Di,t sedangkan ROAi,t dan GTA(t+1) tidak mempengaruhi Di,t.
3. Hasil Uji Variabel Bebas Yang Paling Berpengaruh Dengan Uji t Untuk Membuktikan Hipotesis Ketiga.
-
Variabel ROAi,t tidak signifikan terhadap Di,t karena probabilitas diatas 5% serta t hitung < t table.
-
Variabel ROAi,t signifikan terhadap Di,t karena probabilitas diatas 5% serta t hitung > t table.
-
Variabel GTAi(t+1) tidak signifikan terhadap Di,t karena probabilitas diatas 5% serta t hitung < t table.
-
Variabel yang paling berpengaruh dan signifikan terhadap Di,t adalah Di,(t-1) sehingga hipotesis ketiga terbukti.
-
Dengan demikian perusahaan yang listed di Bursa Efek Jakarta menggunakan Active Decision of Dividend dalam pembagian dividennya terbukti, yaitu jika perusahaan dalam membagikan dividen pada tahun yang lalu naik maka pembagian dividen pada tahun t juga naik, dengan melihat pembagian dividen tahun yang lalu naik maka investor mempunyai harapan pembagian dividen pada tahun t juga naik dengan demikian investor mempunyai harapan saham akan diminati oleh pasar sehingga harga saham akan juga meningkat.
B. Saran
Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan menggunakan kebijakan dividen Active Decision of Dividend maka saran peneliti bagi investor sebaiknya melihat pembagian capital gain perusahaan dan pembagian dividen yang terus meningkat karena perusahaan mempunyai prospek yang baik untuk investasi, dengan demikian harapan investor bahwa saham perusahaan akan diminati oleh pasar akan tercapai, yaitu jika saham diminati investor maka harga saham akan naik.
Rate this post
|
|




