Google
 

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan persepsi etis antara akuntan pendidik dan mahasiswa akuntansi terhadap praktik earnings management. Earnings Management atau menegemen laba merupakan praktik yang masih dinilai kontroversial. Sebagian praktisi ada yang berpendapat sebagai praktik yang tidak dilarang namun tidak sedikit yang menganggap sebagai praktik yang tidak bermoral. Sebagai alat untuk menilai persepsi etis akuntan pendidik dan mahasiswa akuntansi terhadap praktik earnings management menggunakan kuesioner dari Burns & Merchant (1990), yang terdiri dari 7 skenario dasar & 13 pertanyaan.
    Teknik pengujian yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah Uji Mann whitney U-test dengan terlebih dahulu menguji normalitas data dengan teknik Kolmogorov Smirnov Test. Uji validitas menggunakan teknik Pearsons Correlation Product Moment dan uji reliabilitas menggunakan Cronbach Alpha.Hasil uji validitas menyatakan tiap instrument penelitian valid dengan nilai rxy > rtabel sebesar 0,159. Uji reliabilitas menyatakan data yang dipakai dinyatakan reliable karena memenuhi ralpha > 0,60, sebesar 0,7295. Pengujian hipotesis menunjukkan adanya perbedaan persepsi antara akuntan pendidik dengan mahasiswa akuntansi terhadap praktik earnings management


BAB I
PENDAHULUAN

    Etika menjadi perhatian penting masyarakat Indonesia belakangan ini, setelah terjadinya berbagai degradasi moral yang terjadi di kalangan praktisi maupun akademisi, dengan tindakan-tindakan berupa korupsi dan penyelewengan-penyelewengan yang lain, yang otomatis merupakan suatu pelanggaran terhadap etika, baik etika profesi maupun etika pada umumnya.
Machfoedz dalam Ludigdo & Machfoedz (1999) menyebutkan bahwa profesionalisme suatu profesi mensyaratkan tiga hal utama yang harus dimiliki oleh setiap anggota profesi, yaitu keahlian, berpengetahuan dan berkarakter. Karakter menunjukkan personality seorang professional, yang diantaranya diwujudkan dalam sikap dan tindakan etisnya.
    Salah satu bentuk pelanggaran etika yang masih banyak dipertanyakan adalah masalah earnings management (manajemen laba), karena praktik earnings management tersebut dinilai bersifat ambigu secara etis (Fischer & Rosenzweig, 1995). Earnings management adalah tindakan manager  melaporkan jumlah laba yang akan memaksimalkan kepentingan pribadi dan atau kepentingan perusahaan, dengan menggunakan kebijakan pengguna metode akuntansi (Scott, 1997). Sedangkan menurut Fischer & Rosenzweig (1995), earnings management adalah tindakan seorang manager untuk menaikkan atau menurunkan laba suatu periode tanpa diimbangi dengan kenaikan atau penurunan profitabilitas ekonomis jangka panjang.
Manajemen laba atau earnings management merupakan salah satu bidang yang kontroversial sebagai suatu prilaku yang dapat diterima (acceptable) atau tidak diterima (unacceptable). Sebagian besar manager nampak melakukan manajemen laba dan yakin bahwa praktik tersebut secara eksplisit tidak dilarang. Namun beberapa praktisi berpendapat manajemen laba tidak bermoral atau tidak etis, apabila praktik tersebut tidak mempertimbangkan dampak buruk yang mungkin timbul dari praktik tersebut (Assih, 2000).
    Manager merupakan subyek utama dalam praktik earnings management. Manager bertugas untuk memutuskan setiap kebijakan yang diambil oleh perusahaan dalam rangka penyelamatan perusahaan dari suatu masalah yang sedang maupun yang akan dihadapi, sehingga apabila seorang manager tidak berhati-hati maka tidak menutup kemungkinan terjerumus dalam praktik earnings management.
    Praktik earnings management dapat dilihat dari dua perspektif (Scott, 1997). Perspektif pertama, praktik earnings management dianggap sebagai tindakan oportunistik manager untuk memaksimalkan kepuasannya. Perspektif kedua, earnings management bisa dilihat dari perspektif kontrak efisien (efficient contacting perspective), yang menganggap bahwa earnings management merupakan konsekuensi logis dari hubungan principal dan agen. Principal akan mengantisipasi prilaku earnings management ini melalui kompensasi ataupun biaya bunga yang mereka tetapkan pada agen.
    Scott (1997) menyebutkan bahwa manager melakukan earnings management sebagai prilaku oportunistik yaitu dimotivasi oleh tindakan yang menguntungkan dirinya sendiri, akibat dimungkinkannya untuk menggunakan metode pengukuran yang berbeda. Tindakan lainnya yang dimotivasi untuk menguntungkan perusahaannya disebut kontrak efisien (efficient contracting), yaitu merupakan bentuk tindakan yang positif dengan memilih metode akuntansi untuk tujuan kepentingan perusahaan, bukan untuk kepentingan pribadinnya.
    Tindakan manager melakukan earnings management dapat berakibat buruk karena bisa menyesatkan pemakai informasi laporan keuangan dan dapat dikategorikan sebagai suatu tindakan penipuan yang tidak etis, siapapun yang menggunakan laporan keuangan yang mengandung unsur earnings management rawan terhadap misinterpretasi, manipulasi ataupun penipuan yang disengaja (Burns & Merchant, 1990).
    Bukti empiris menunjukkan bahwa para manager melakukan earnings management. Fischer & Rosenzweigh (1995) menyebutkan bahwa banyak manager yang menganggap earnings management sebagai tindakan yang wajar dan etis serta merupakan alat sah manajer dalam melaksanakan tanggungjawabnya untuk mendapatkan return perusahaan.
    Pemahaman atas manajemen laba adalah penting bagi manajemen karena manajemen laba dapat menjadi sarana untuk mengkomunikasikan informasi intern manajemen kepada investor. Sementara bagi akuntan penting, karena memungkinkan pemahaman yang lebih atas net income bagi pelaporan untuk investor maupun untuk dasar melakukan kontrak, serta menjadi pertimbangan dalam memberi nasehat dan evaluasi metode akuntansi untuk pelaporan akuntansi (Assih, 2000).
    Menurut Merchant & Rockness (1994) berdasarkan studi yang dilakukan, earnings management yang banyak dilakukan selama ini dianggap legal, artinya tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berterima umum. Menurutnya, ethical judgement terhadap earnings management cenderung berbeda antara kelompok individu. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh karakter individu seseorang dan karakter lingkungan seseorang.
    Penelitian ini pada dasarnya merupakan replikasi dari penelitian Merchant & Rockness (1994) dengan menguji kembali faktor-faktor dalam tindakan earnings management yang mempengaruhi persepsi etis terhadap praktik earnings management. Penelitian lain yang sama antara lain Mahmudi (2000), membandingkan persepsi etis akuntan dan pelaku bisnis terhadap earnings management, dan Sudaryanti (2001) meneliti perbandingan persepsi etis praktik earnings management antar staf pengajar dan mahasiswa akuntansi dan manajemen.
    Yang membedakan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah waktu penelitian, sampel, analisis data, dan lokasi penelitian. Waktu penelitian tahun 2004, sampel akuntan pendidik dan mahasiswa akuntansi yang berada di Universitas-universitas, akuntan pendidik merupakan pihak yang dianggap ahli, terutama di bidang akuntansi. Salah satu tugas dari seorang akuntan pendidik adalah menanamkan kepada calon-calon akuntan yang menjadi anak didikknya dasar-dasar nilai etika dalam bisnis termasuk etika mengenai earnings management. mahasiswa khususnya mahasiswa akuntansi memiliki tugas menyerap pengetahuan yang ada, yang selanjutnya  dipraktekkan dalam tugas dan tanggungjawabnya di masa mendatang sebagai seorang akuntan. Mahasiswa dianggap oleh peneliti mampu memberikan penilaian secara jujur berdasarkan pengetahuan dan tingkat idealismenya yang masih tinggi.
    Pemahaman atas manajemen laba adalah penting bagi manajemen karena manajemen laba dapat menjadi sarana untuk mengkomunikasikan informasi intern manajemen kepada investor. Sementara bagi akuntan penting, karena memungkinkan pemahaman yang lebih atas net income bagi pelaporan untuk investor maupun untuk dasar melakukan kontrak, serta menjadi pertimbangan dalam memberi nasehat dan evaluasi metode akuntansi untuk pelaporan akuntansi.
Berdasarkan latar belakang diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “PERSEPSI ETIS AKUNTAN PENDIDIK dan MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP PRAKTIK EARNINGS MANAGEMENT

B. Perumusan Masalah
Permasalahan yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah : Apakah terdapat perbedaan persepsi etis akuntan pendidik dengan persepsi etis mahasiswa akuntansi terhadap setiap karakteristik dalam praktik earnings management ?

C. Tujuan Penelitian

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan persepsi etis antara akuntan pendidik dan mahasiswa akuntansi terhadap adanya praktik earnings management.

D. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan bisa diperoleh dari penelitian yang dilakukan ini adalah :
1. Bagi peneliti, dapat menambah wawasan dan pengetahuannya tentang masalah dalam penelitian ini.
2. Bagi pihak lain, semoga dapat menambah pengetahuannya mengenai adanya praktik earnings management dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadapnya.

E. Sistematika Penulisan
BAB I : PENDAHULUAN
Bab I menguraikan tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan dari penelitian yang dikembangkan.
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
Bab II menguraikan mengenai tinjauan pustaka yang berkaitan dengan pengertian persepsi, etika, earnings management, timbulnya earnings management, tujuan laporan keuangan, penyusunan secara akrual, pengukuran discresionari akrual dan nondiscresionari akrual, kerangka teori serta hipotesis yang akan dijawab dalam penelitian ini.
BAB III : METODE PENELITIAN
Bab III menguraikan mengenai tipe penelitian, populasi dan sampel, jenis data dan sumber data, definisi operasional dan pengukuran variabel penelitian, serta metode analisis yang direncanakan akan digunakan dalam penelitian ini.
BAB IV : ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
Bab IV menguraikan tentang pelaksanaan penelitian, dan data demografi responden, serta analisis dan interpretasi hasil penelitian berdasarkan hasil pengolahan data.
BAB V : PENUTUP
Bab V berisi kesimpulan dari hasil penelitian, ketebatasan penelitian serta saran yang diberikan untuk penelitian selanjutnya berdasarkan pada hasil penelitian tersebut.

Rate this post







Tag






Syndicate content

Add to My Dada

Add to My Dada

Share your contents

De.licio.us